Serang Balik Virus autorun.inf beserta Anak-anaknya .pif
07 Nov 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in mE
autorun.inf
erase autorun.inf
attrib +r +a +s +h
autorun.inf
Purple Love Movie
11 Mei 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in mE
Sebuah film terbaru yang mempunyai genre drama ramance kini akan hadir menemani anda di bioskop kesayangan indonesia, anda pasti kaget karena bintang dalam film ini adalah pasha dan personil ungu yang sangat terkenal itu.
Dalam film purple love di bintangi oleh Pasha, Nirina Zubir, Oncy, Kirana Larasati, Makki, Enda Rowman, Henidar Amroe, Qory Sandioriva, Djenar Maesa Ayu, Untuk bagian Sutradara Guntur Soeharjanto, dan sebagai penulis Cassandra Massardi, di bawah ini adalah cerita film purple love :
Malam itu seharusnya menjadi malam paling indah dalam hidup PASHA. Bersama sahabat-sahabatnya, MAKKI, ONCI, ROWMAN dan ENDA, Pasha sudah merencanakan untuk melamar kekasihnya LISA (Qory Sandioriva). Namun ternyata, di hari yang sama juga, Lisa memutuskan hubungan karena memilih untuk bersama laki-laki lain. Pasha pun shock dan patah hati. Makki pun mempunyai ide untuk menghubungi sebuah agency yang bekerja untuk mengembalikan motivasi orang. Agency ini dimiliki oleh TALITA (Nirina Zubir), seorang gadis cantik yang eksentrik. Talita menyanggupi untuk mengembalikan Pasha kembali seperti dulu. Ia pun dengan berbagai caranya yang unik berhasil membuat Pasha mau bangkit, tapi tetap saja tidak bisa menyembuhkan patah hati Pasha. Akhirnya Talita berkesimpulan, Pasha baru akan bisa sembuh total kalau berhasil menemukan cinta yang baru. Talita pun menjodohkan Pasha dengan kliennya yang lain, SHELLY (Kirana Larasati), seorang gadis lucu naif dan sangat romantis.
Tapi ternyata nasib berkata lain. Shelly justru jatuh cinta dengan ONCI, dan Onci juga merasakan hal yang sama. Merasa tidak enak dengan Pasha dan teman-temannya, Onci dan Shelly pun backstreet. Talita pun kebingungan saat Shelly menyatakan tidak mau dijodohkan dengan Pasha. Maksud hanya ingin menghibur Pasha, Talita menyadari kalau ia sebetulnya mencintai Pasha. Pasha sendiri, yang tidak tahu kalau selama ini Talita menjalankan tugas dari teman-temannya, betul-betul mulai merasa jatuh cinta dengan Talita.
Pasha pun melamar Talita. Semua sepertinya berjalan sempurna untuk Talita. Akhirnya ia bisa mendapatkan cinta sejati. Namun semua berubah saat Lisa kembali untuk Pasha. Sepertinya tugas Talita, yaitu mengembalikan kebahagiaan Pasha dengan memberinya cinta akan bisa diselesaikan dengan kembalinya Lisa.
Bad Guy episode 16
11 Mei 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in mE
Tae Sung mengunjungi Tuan Hong, ayah ini kupu-kupu. Kau ingat kan? Orang yang datang sebelum aku… Aku dengar dia adalah Shim Gun Wook, setelah kehilangan tempat sebagai anakmu dia karena aku, dia juga kehilangan Sun Young. Tapi dia masih menjagaku. Dia aneh, kan?
Tae Ra : Ya, aku tidak peduli, ia memanfaatkan-ku demi balas dendam atau ia ingin Haeshin, tidak masalah. Aku mencintainya. Tapi orang yang kucintai..apakah ia mati atau hidup ..tidak ada jejaknya. (Tae Ra ini pasti reinkarnasinya Seondeok.)
Tae Ra berkata kalau dia hidup, aku tidak akan mempedulikan yang lain-nya lagi. Mungkin Tuan Hong mendengar percakapan mereka dan tiba2 ia sadar. Ayah! Ayah!
Suara Gun Wook : Meskipun aku tidak bisa memanggil namamu, memukul dadaku dan membuatnya memar. Aku minta maaf karena menjadi orang yang seperti ini. Karena tidak bisa dekat denganmu. Aku mencintaimu. Karena aku tidak bisa mengatakan satu kalimat itu. Jae In. Aku kadang menangis sendirian. Aku benar-benar orang yang menyedihkan. setelah aku sampai di akhir dunia tanpa mendapatkan apa-apa. Aku mungkin akan menyesalinya kalau melihat-nya lagi. Aku minta maaf karena menjadi orang yang seperti ini.
Jae In pergi ke apartemen Gun Wook dan menangis ketika merapikan sepatu Gun Wook yang dulu pernah “menyelamatkan” dirinya. Jae In memandang foto mereka dan menangis, “Gun Wook-ah, kau harus segera pulang. Kau ada di mana. Kau akan pulang kan? Aku akan menunggumu, jadi..kau harus kembali, ya?!”
President Hong sadar dan kembali ke rumah. Ny. Shin berkata, Sayang, jangan terlalu cemas, karena aku sudah memberskan semuanya. Kau istirahat saja. Tae Ra juga akan menggantikan dirimu menjadi Presdir. Tae Ra dan aku akan melindungi Haeshin kita. Aku bahkan menghilangkannya (Shim Gun Wook) dari pandanganmu.
Siapa lagi yang akan kudukung untuk menjadi Presdir berikutnya? Tae sung? Tentu saja aku bisa menghentikan orang2 seperti mereka. Beraninya mereka mengincar Haeshin.
Tuan Hong tidak bisa bicara hanya matanya saja yang menunjukkan kemarahan, pembunuh! ke arah Ny. Shin. Ny. Shin : Ayo ke kamarmu sekarang, sudah waktunya tidur. Dan ia mendorong kursi roda Tuan Hong ke kamar.
Tiba-tiba….Ibu…Gun Wook kecil muncul dan itu membuat Ny. Shin menjerit ketakutan. (hihihihi…ibu…) Ny. Shin : Dia sudah mati! Mati! Mati! Tae Ra bahkan berkata dia sudah mati! Manager Uhm tergopoh-gopoh mendatangai Ny. Shin dan menenangkannya.
Dan herannya..Tuan Hong terlihat senang dengan kepanikan Ny. Shin.
Di kantor, Tae Ra mendapatkan paket, ketika dibuka ternyata isinya rekaman pembicaraan Ny. Shin dengan Sekretaris Kim, untuk membunuh Gun Wook.
“Shim Gun Wook…Apa kau pikir aku akan membiarkan-nya begitu saja, setelah apa yang ia lakukan padaku? Itu adalah sesuatu yang harus dilakukan, bagaimana pun itu. Mengapa? Apa kau takut? Aku bukan orang yang sabar, ini adalah kesempatan terakhirmu, Kepala Departemen Kim.”
Tae Ra terperanjat mendengar ini, akhirnya ia sadar, ibunya mungkin saja benar-benar membunuh Gun Wook. Dan tampaknya Ny. Shin juga menerima rekaman yang sama, sehingga ia murka dan memerintahkan untuk mencari Gun Wook. Shim Gun Wook. Shim Gun Wook. Cari semua RS di luar kota. Dia belum mati. Tidak dia mungkin didaftarkan atas nama lain, Hong Tae sung, Choi Tae sung, apapun namanya. Gunakan segala cara untuk menemukannya.
Tae Ra menemui ibunya dan memperdengarkan rekaman itu di depan Ny. Shin.
Ny. Shin : Darimana kau mendapatkannya?Tae Ra : Ibu apa kau benar2 membunuh Gun Wook? Ny. Shin tidak menggubris dan berkata ada pertemuan para direktur untuk membahas President baru. sepertinya sebagian besar direktur ingin Tae sung sebagai president baru. Tae Ra meledak, bukan itu yang kutanyakan padamu sekarang!
Ibunya diam saja, Tae ra tahu kalau kecurigaan-nya benar. Apa ibu meminta Sekretaris Kim membunuh Gun Wook?
Ny. Shin : Aku minta padanya untuk menyingkirkan orang brengsek itu dari pandanganku. Tae Ra : Apa kau puas sekarang? Bagaimana kau bisa membunuh seseorang yang pernah menjadi anak ayah dan adikku? bagaimana bisa?
Ny. shin : Aku tidak membunuhnya, siapa bilang aku membunuhnya? Apa kau masih mempercayainya setelah kau dibohongi seperti itu? Tae Ra menangis : Akulah yang paling merasa marah, benci, dan murka karena dia! Aku-lah yang rugi paling banyak karena dia! Dua saudaraku, ayahku, keluargaku kacau karena dia, jadi kumohon lepaskanlah dia.. Ny. Shin : Tae Ra bagaimana kau bisa jadi lunak seperti ini? Apa yang paling penting bagi kita? Haeshin! Haeshin! Jangan perhatikan yang lainnya lagi! Tae Ra lemas dan ia membayangkan percakapan imajinasi dengan Gun Wook. Aku ingin bertemu denganmu, aku ingin bertemu denganmu, dimana kau? Jangan main-main lagi dan cepat keluar. Aku tidak peduli kalau kau memanfaatkanku, aku bahkan tidak peduli kalau kau memandang hina aku karena kebencianmu. Kumohon, datanglah padaku sekarang. Jae in menyerahkan surat pengunduran diri. Detektif Gwak menelepon dan berkata kalau mereka sudah menemukan Gun Wook. Jae in lalu bergegas pergi. Gwak mengajaknya ke RSJ itu, dia memperingatkan Jae In untuk siap dengan apapun kondisinya. Gun Wook mengingat kembali ketika ibunya memanggilnya makan, Tae Sung! ayo makan.
Jae In masuk ke kamar Gun Wook, Gun Wook-ah ….Gun Wook bengong, berayun-ayun, meleletkan lidahnya : yah…
Jae In antara gembira dan sedih : Kau bersembunyi disini. Kau hidup. Gun Wook : yah…
Jae In : Apa kau istirahat karena lelah?Gun Wook : yah..
Jae In : Mengapa kau tidak bilang kalau kau punya kesulitan? Aku bisa meminjamkan bahuku… Gun Wook seperti anak-anak lagi tapi tetap tahu namanya. Gun Wook mencoba menulis di dinding dengan jarinya. Jae In memberinya pena. Pena untuk Mo Ne waktu itu yang harus dicicil setahun.
Gun Wook : Huh? tidak keluar. Kemudian ia mencakar-cakar dinding dengan jarinya. Jae in menghentikannya sambil menangis, mengapa kau melakukan ini, Gun Wook? Kau menyakiti dirimu sendiri. Hentikan.
Gun Wook melihat air mata Jae in dan mengulurkan tangan menghapus air matanya
Jae in tidak tahan dan memeluk Gun wook erat2, berkata sambil menangis, Ibu tidak menangis. Aku tidak menangis, oh anakku sayang, ibu tidak menangis.
Dokter : Oh Hong Tae sung.
Gwak : Hong Tae sung ?
Dokter : ya, dia datang karena kecelakaan mobil. Dia pendarahan tapi tidak serius. Dia terluka di kepalanya, tapi luka luarnya tidak terlalu parah. Gwak heran, kalau begitu mengapa ia seperti itu? Dokter berkata karena ia mungkin menderita trauma psikologis. Keluarganya minta aku melakukan pemeriksaan menyeluruh padanya. Dan merawatnya dengan fasilitas yang lebih baik. Jadi kami merawatnya saja sampai sekarang. Gwak : Keluarganya?
Dokter : seorang pria muda sesekali datang berkunjung.
Gwak : apa saya bisa mendapatkan no. telp-nya?
Jae In pulang dan melihat Tae sung menunggunya.Tae Sung membujuk Jae In untuk kembali kerja. Jae in akhirnya mengaku, aku ingin berada di sisi Gun Wook. Tae sung berkata kau hanya berlebihan karena merindukannya, dan Jae in menjawab, mungkin Gun Wook melukaimu, tapi akulah orang yang membuat Gun Wook terluka. Aku kira Gun Wook membutuhkanku. Tae Sung meyakinkan Jae In, kalau Gun Wook hanya ingin mengambil Jae in dari dirinya. Itu karena aku mengambil Sun Young darinya.
Jae In : aku tidak peduli.
Tae sung menangis karena marah : lalu bagaimana dengan aku??
Jae In : Aku ingin berada di samping Gun Wook, dan menjadi kekuatan-nya. Tae Sung : Tidak..aku tidak bisa melepaskanmu.
Jae In : Maafkan aku.
Jae In minta agar Tae sung tidak mencintai wanita seperti dirinya. Tae sung memaksa memeluk Jae In dan dengan hati hancur mengaku, aku seharusnya menahan Sun Young, tapi aku tidak bisa melakukannya. Jadi aku janji pada diriku, kalau aku jatuh cinta lagi, aku tidak akan pernah melepaskannya, dan akan melakukan apapun keingan orang yang kucintai.
Jae in : Apa yang benar2 kuinginkan sekarang adalah agar kau membiarkanku pergi. Maaf.
Tuan Hong melotot pada istrinya. Ny. Shin heran, sayang? ada apa? Apa kau marah padaku? Karena aku tidak menemanimu? aku lelah mengurus banyak hal beberapa hari ini. Aku baru saja selesai mengurus Gun wook dan aku kira sekarang aku harus mengusir Tae sung dari keluarga ini. Aku tidak tahan dengannya.
Ny. Shin berbicara sambil mendekati Tuan Hong. Dan Tuan Hong bisa meraih pundak istrinya, membuat Ny. Shin teriak kesakitan. Sayang! Ada apa? Lepaskan aku, sayang ada apa denganmu? Manager Uhm!
Jae in memikirkan kondisi Gun wook dan Won in tanya apa keputusan kakaknya, siapa yang akan dipilih antara Gun Wook dan Tae Sung atau kakak masih menduakan mereka? Won in bahkan mengecek perjodohan kakaknya dengan Tae sung lewat golongan darah, ia mengecek ponselnya, kalian berdua sangat serasi dalam percintaan… Won In protes, jeez! Ada apa dengan alat ini? seharusnya tidak begini. Kemudian Won in mengecek apa golongan darah Gun Wook tersimpan di ponsel atau tidak? (hahaha..aneh orang Korea ini, mereka serius sekali dengan golongan darah.) Oh ternyata type AB! Jae in melepaskan jam tangan pemberian Tae Sung. Won in bersorak melihatnya karena akhirnya kakaknya memilih calon favoritenya. Jae in berkata apa dia terlambat mengambil keputusan? Won In membenarkan, tapi kalian bisa membuat awal yang baru. Paginya, Agustus 3, 2010. Pemilihan Presiden Direktur Haeshin ke-27 Para direktur sudah melakukan voting dan hasilnya : Wakil Presiden Tae Ra, 15 suara dan Executive Direktur Hong Tae Sung juga 15 suara. Karena ini kami akan melakukan voting ulang. Tiba2 seseorang berkata suara direktur Hong Mo Ne belum diberikan karena beliau tidak hadir, dan saya mewakili beliau. Lalu orang itu menuliskan suaranya, dan ternyata (tentu saja) Mo Ne memberikan suaranya untuk Tae Sung. Ny. Shin kaget, Mo Ne tidak akan melakukan itu. Mengapa ia harus memberikan suaranya untuknya padahal ia punya kakak (Tae Ra)? Tae sung menang dan akan diresmikan sebagai Presiden Haeshin menggantikan Tuan Hong. Tiba2 Ny. Shin meledak, tidak bisa, ini omong kosong. Executive direktur Hong Tae Sung tidak berhak ada di posisi itu. Tae Ra malu dan menenagkan ibunya. Bahkan Tae sung juga berkata ia tidak tertarik dengan posisi itu.
Ny Shin : Aku tidak tahu bagaimana kau memanipulasi Mo Ne tapi kau tidak akan mendapatkannya. Dewan direksi heran dan berkata Hong Tae sung adalah keturunan Tuan hong jadi dia punya hak untuk menempati posisi ini juga. Dia adalah pewaris Haeshin juga. Tapi akhirnya Ny. Shin berkata, sejak awal sebelum semuanya mulai, Executive Direktur Hong Tae Sung tidak memenuhi syarat dan juga tidak berhak dengan warisan ini. Semua bingung. Apa ini, apa sih yang ia bicarakan..? Tae Ra membujuk, Ibu hentikan. Ibu?
Ny. Shin : Kau tidak punya hubungan apapun dengan Presiden Hong Jung Soo!
Tae Sung : Apa?Ny. Shin : Aku berkata kau bukan anak kandung Hong Jung Soo!
Ny. Shin memperlihatkan laporan DNA itu dan berkata kalian lihat ini? Lihat ini? Aku menyiapkan ini kalau2 hal seperti ini akan terjadi.Tae Ra merasa muak, Ibu kau keterlaluan.
Tae Sung juga berkata dia tidak pernah tertarik dengan posisi itu dan dia berencana memberikannya pada Tae Ra. Tapi kau bilang aku bukan anak kandung ayah? (Oh kasihan Tae Sung…) Akhirnya rapat ditunda. Tae Ra membaca laporan DNA itu : Laporan Test DNA July 29, 2010 Hong Jung Soo/Hong Tae seong
Hasil dari test Analisis Paternity DNA : TIDAK COCOK Ibu, kalau menurut laporan ini, Tae sung bukan anak ayah, lalu siapa Tae sung yang asli? Ny. Shin berkata anak itu sudah mati 20 tahun yang lalu. Tae Ra heran apalagi ketika mendengar alasan ibunya, ia sengaja membawa masuk Tae Sung palsu karena tidak ingin menyakiti ayahnya dua kali.
Tae Ra tidak mengerti, jadi ibu membohongi semua orang? Ny. Shin marah, itu semua karena ayahmu membuat kesalahan dengan memiliki affair. Akhirnya dia harus menanggung akibat dari kesalahan-nya.
Tae Ra : Apa ibu yakin bukan orang yang memberikan akibat itu pada ayah? Bukankah ibu sengaja membawa Tae sung palsu?
Ny Shin : Tae Ra kau..
Tae Ra : Kau benar-benar egois, jika kau bohong pada ayah, bukankah kau seharusnya menyimpannya sampai mati, mengapa mengungkapkannya sekarang? Apa ibu tidak mempertimbangkan perasaan Tae sung? Ny Shin : Dia tidak memiliki setetespun darahku dan dia bukan anak suamiku. Mengapa aku harus memikirkannya? Aku sudah melakukan semua yang harus kulakukan untuk membesarkan dia!
Tae Ra : Kau tidak pernah menyayangi Tae sung, tidak sekalipun.
Ny. Shin : semua orang lahir dengan nasib yang berbeda, dan tempatnya bukan disini. Apa kau pikir dia berhak berada dalam keluarga kita? Ok, cukup, Tae Ra muak, Ibu adalah penyebab semua yang terjadi dalam keluarga ini, aku lelah. Kau..bisa mengambil posisi presiden itu. Itu yang selalu ibu inginkan. Tae sung sangat terpukul dengan kenyataan yang baru ia dapat. Dan ia ingat semua kata2 Ny. Shin. Ok, now OST time……..
Jae In masuk ke apartemen Gun Wook dan memasukkan banyak makanan ke kulkas Gun Wook. Aku akan membuat banyak makanan kalau kau pulang nanti. Aku akan bawa banyak makanan enak, jadi…kau harus pulang. Aku tidak peduli seperti apa keadaanmu. Aku tidak peduli kalau kau ketawa seperti idiot, aku bahkan tidak peduli kalau kau tidak mengenaliku, jadi…cepatlah kembali. Kita pasti akan makan bersama kali ini.
Ny. Shin mendengar kalau Shim Gun Wook ternyata masih hidup dan ia berkata kalau sumber masalah seharusnya dipotong dengan bersih. Ny. shin tidak peduli sekalipun sekarang Gun Wook sudah idiot. Dia mengirim orang untuk membunuh Gun Wook (lagi).
Tae Sung menemui Tuan Hong dan berlutut di dekatnya, mengambil tangan Tuan Hong dan tanya dengan gaya kekanakan : Ayah..aku masih bisa memanggilmu ayah, kan? Apa kau bisa mengijinkanku ada di sisimu sebentar lagi? Aku baru saja berusaha menjadi anak yang berbakti..aku belum punya kesempatan untuk melakukan apapun untukmu.
Tuan Hong tidak bisa menjawab, tapi melihat ke arah Tae sung dengan senyum lembut.
Ny Shin datang dengan So Dam. Apa ada yang masih kau inginkan?So Dam langsung menghambur ke arah Tae sung, paman! Tae sung senang bertemu So Dam. So Dam, kau patuh pada ibumu kan? Tae sung akhirnya merasa tenang setelah tahu kebenarannya dan ia berkata pada Ny. Shin ia mengerti sekarang mengapa Ny. Shin selalu kejam padanya. Ibu, aku..
Ny. Shin : Jangan panggil aku Ibu.Tae sung tidak peduli dan terus bicara : Ibu..apa kau tahu mengapa aku tidak kembali pada ibu kandungku?
Ny. Shin : Aku yakin pasti karena uang.
Tae Sung : Bukan, karena kalian berdua paling tidak tidak pernah melemparku keluar. Jadi suatu hari aku akan membalas kebaikan kalian.
Ny. Shin : Aku tidak bisa kasihan padamu, karena kami sudah memberikan gaya hidup terbaik untukmu.
Tae Sung : Terima kasih, Ibu. Selama ini. Aku bahkan tidak menyadari kalau kau membesarkanku, dan yang aku lakukan hanya marah2. Aku seharusnya melakukan yang baik sejak semual. Aku tahu sejak hari pertama aku masuk ke rumah ini..kalau tidak seorangpun disini akan mencintaiku. Kalau tidak seorang pun akan menerimaku sebagai keluarga. Aku pikir mungkin karena kau sangat menyayangi anak yang sebelum aku..jadi aku menunggu. Jika aku tahu sejak dulu kalau tidak ada seorangpun disini yang bisa mencintaiku..itu akan menjadi lebih mudah.
Ny. Shin terlihat sedikit tersentuh dan berkata, ayahmu mencintaimu.
Tae Sung : Dari semua kata-kata yang pernah kau ucapkan padaku, itu adalah yang paling hangat.
Tae Sung akan pergi dan Tae Ra menyusulnya, Tae sung. Tae Ra memintanya makan dulu, tapi Tae sung menolaknya, lihat kau mulai mengasihaniku kan? Aku sekarang harus pergi sendirian. aku pergi.
Tae Sung menemui Jae In, kau mau kemana? Jae In sebenarnya mau ke RSJ untuk menjenguk Gun Wook dan membawa makan siang. Tae Sung tanya, apa aku boleh ikut? Aku juga punya banyak hal yang harus kukatakan padanya.
Pembunuh kiriman Ny. Shin sudah tiba di RSJ. Saya sudah tiba, Nyonya. Aku akan mengurusnya tanpa meninggalkan jejak.Ny. Shin : Tolong pastikan kau mengurusnya dengan benar kali ini. Telp aku kalau sudah selesai. Jae In dan Tae sung juga tiba di RSJ. Perawat menyapanya, anda datang lagi. Jae In : Halo.
Pembunuh itu jalan di lorong RSJ yang gelap, Gun Wook berbaring dan mendengar suara langkah kaki di tengah hujan. Tiba2 itu memicu suatu ingatan di kepala Gun Wook dan sesaat sinar matanya kelihatan seperti waras.
Jae In dan Tae sung sampai ke kamar Gun Wook dan kaget, Shim Gun Wook menghilang?
Ny. Shin masuk ke kantornya yang gelap. Ia akan membuka pintu kacanya dan menerima telp dari pembunuh yang ia kirim, ia kaget, apa Shim Gun Wook menghilang?Kilat menyambar dan sinarnya menerpa kursi putar Ny. Shin dan itu cukup untuk memperlihatkan sesosok pria yang duduk di kursi Ny. Shin.
Ny. Shin shock, ia tidak percaya : Orang itu Shim Gun Wook! dia menunggu Ny. Shin ….
Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com
Bad Guy episode 15
11 Mei 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in mE
Sampai di RS, Gun Wook dalam keadaan koma dan tidak sadar, dokter mencoba menyadarkan Gun Wook dengan alat pacu jantung/defilbrator, setiap hentakan alat pacu memicu kilasan ingatan tentang Jae In dalam memori Gun Wook, satu demi satu, sampai tiiitttttt….garis di monitor datar.
Semua mengira Gun Wook meninggal, jadi tubuhnya ditutup dan dibawa pergi.
Ny. Shin mendapat laporan dari seseorang, Sudah dilaksanakan sesuai keinginan anda. Ny. Shin berkata pada manager Uhm kalau ia meminta orang mengikuti Sekretaris Kim untuk membuktikan kesetiaan-nya, apa kau tahu betapa bodohnya mempercayai seseorang?. Sekretaris Kim seharusnya melakukan ini 20 tahun yang lalu. Ny. Shin tidak tahu apa Sekretaris Kim sengaja membiarkan Gun Wook hidup waktu itu.
Manager Uhm mencemaskan keselamatan Gun Wook tapi Ny. Shin membentak, tutup mulutmu! Tidak terjadi apa-apa! Aku akhirnya bisa tidur nyenyak malam ini.
Tae Ra sedang Yoga tapi ia tidak bisa konsentrasi karena memikirkan Gun Wook.
Ny. Shin mengunjungi Tuan Hong dan merawatnya dengan penuh kasih sayang lalu berkata pada Tuan Hong kalau dia sudah menyingkirkan pria yang menyusahkan itu, dan membuatnya untuk pergi dengan diam-diam. Aku yakin kau juga akan melakukan hal yang sama, dia adalah orang yang membunuh Tae Kyun, seharusnya aku tidak membawanya ke rumah. Ini salahku, akhirnya aku juga yang memberskannya. Kau harus berkata aku melakukan hal yang bagus, nanti kalau kau sudah sadar.
Di rumah Tae Ra, Jaksa Park siap-siap untuk pindah, ia menanyakan So Dam. Tae Ra menjawab, So dam les dan Tae Ra berkata akan ada penyidik yang akan memeriksa Haeshin karena masalah dana itu. Jaksa Park tanya apa Taera perlu bantuan? Tae Ra menjawab tidak. Park mengingatkan karena ayah mertua pingsan, kau pasti sangat sibuk, kau harus bersiap. Tae Ra mengiyakan. Lalu Jaksa Park pergi.
Paginya, Gun Wook tidak masuk kerja. Rekan-rekannya bingung, bagaimana ini, hari ini presentasi Robort Theme Park, seharusnya dia yang melakukannya.Jae In juga mencoba terus menghubungi Gun Wook tapi nihil. Rekan Gun Wook semakin panik, kita harus menyiapkan data untuk briefing, wakil president akan hadir dalam presentasi ini. Jae in lalu inisiatif untuk melakukan presentasi itu menggantikan Gun Wook. Rekannya surprise, kau bisa? Ya kata Jae In.
Tae sung juga heran, Gun Wook tidak masuk kerja? dan ia meminta untuk segera lapor kalau Gun Wook sudah tiba. Semua anggota dewan sudah hadir, ayo ke ruang pertemuan. Jae In presentasi : Robort Theme Park yang kami bangun adalah robot theme park yang pertama di dunia. Kami berencana untuk membuat pengunjung bisa berfantasi dan memiliki pengalaman dengan para robot. Kami berencana untuk membuat pengunjung mendapatkan pengalaman futuristik dengan robot. Presentasi sukses. Tae Ra memanggil Tae sung dan menanyakan tentang Gun Wook. Tae sung kesal, kau memanggilku karena kau ingin tahu tentang itu? Tae Ra berkata bukankah kau ketemu dia kemarin. Tae Sung : Aku ketemu dia kemarin dan…membunuhnya!!
Tae Ra terperanjat, apa? Tae sung mendengus, kau jauh lebih terkejut daripada ketika mendengar ayah pingsan, apa dia begitu penting bagimu?Tae Ra : Tae sung!
Tae Sung : Aku benar2 mencoba membunuhnya, tapi..aku tidak bisa menemukannya. Mungkin ia melarikan diri. Tae sung juga mengatakan kalau alamat Gun Wook di resume juga palsu, semuanya bohong. Hentikan! kata Tae Ra. Tae sung tidak peduli dan melanjutkan, apa kau tahu mengapa Gun Wook mendekati dirimu? Ingin aku mengatakan-nya? Karena Haeshin, ia mendekati kita karena Haeshin. Dia menjadi sekretarisku dengan menggunakan Mo Ne dan dia mengejarmu setelah mendapatkan kepercayaanku, lalu apa? Tae Kyun meninggal dan ayah pingsan. Maka secara otomatis, Haeshin akan menjadi milikmu, itulah yang dia kejar sejak semula, ia ingin mendapatkan Haeshin untuknya sendiri menggunakan dirimu!
Tae Ra : Tae sung..bagaimana kau bisa.. Tae sung : Kakak! kau tidak akan mengatakan padaku bahwa ini cinta atau semacamnya, iya kan? Kau tidak akan berkata kalau ia mencintaimu atau semacamnya, kan? Tolong sadarlah! Kau dimanfaatkan sejak semula! Apa kau tidak mengerti itu? Kau dan Mo Ne dan aku! Kita semua! Tae Ra : Keluar! Keluar dari ruanganku segera!
Kemudian flashback, ini mungkin dari memori Gun Wook atau dari Gun Wook yang mati suri.
Kilasan ingatan antara Gun Wook dan Sun Young, suara Gun Wook : Noona, maafkan aku. Apa kau masih menemui Hong Tae sung? Apa kau benar2 harus menemuinya? Kau bilang padaku kau sudah putus dengannya.
Sun young : Itu..tidak berjalan sesuai rencanaku.Gun Wook : Aku berkata kau akan terluka.
Sun Young : Aku kenal Tae Sung lebih baik darimu.
Gun Wook : Kakak!
Sun Young : aku tidak bisa hidup seperti ini selamanya, aku juga ingin membentuk keluargaku sendiri. Dengan suami yang penyayang dan anak yang lucu. Gun Wook..lupakan semuanya sekarang. Akan mudah bagimu kalau kau melupakannya. Gun Wook : melupakan semuanya?
Sun Young : Maafkan aku, Tae sung menungguku.
Suara Gun Wook : Kemana aku akan pergi? Apakah surga? atau neraka?
Manager Uhm tanya pada sekretaris Kim, sejak kapan ia tahu kalau Shim Gun Wook adalah Tae sung. Apa semua yang terjadi benar2 adalah karena perbuatan anak itu? Anak itu sangat lembut ketika kecil.
Sekretaris Kim hanya menjawab kalau kebenarannya akan terungkap setelah semua berakhir.
Ny. Shin masuk kantor dengan hati senang, ia bersenandung. Tapi ketika ia akan duduk, kursinya selip dan ia hampir jatuh. Ny. Shin kaget karena melihat pemantik Gun wook yang bernoda darah di mejanya, dan Ny. Shin membuangnya ke lantai karena ketakutan (sedikit).
Ji Yeon (anak buahnya) lari mendatanginya, President! Tidak apa kata Ny. shin, apa ada orang yang masuk ke kantorku? panggil sekretaris Kim. Ji yeon pergi.
Di RS, tiba2 Tuan Hong bereaksi. Di sekitar kantor, Partner-of-crime-nya Gun Wook berjalan pergi. sepertinya ia yang meletakkan pemantik itu untuk menakut-nakuti Ny. Shin.
Keluarga Hong sedikit lega ketika dokter menjelaskan kalau Tuan Hong menderita stoke jantung/cardiac spasm. Meskipun bisa sangat berbahaya tapi kondisi Tuan Hong sekarang stabil dan ia akan sadar dan membaik.
Tapi meskipun ia sadar, dia akan membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisinya semula.
Ny. Shin mengajak sekretaris Kim bicara secara pribadi. Mayat Shim gun Wook, apa kau sudah melihatnya? Kim mengiyakan. Ny. Shin mengeluarkan pemantik Gun Wook.
Kim : Apa ini Nyonya?Ny. Shin : Ini adalah pemantik yang dibawa Gun Wook, apa kau tidak tahu mengenai ini? Jangan bermain-main denganku.
Kim : Nyonya, kita ada di kapal yang sama, bagaimana saya bisa menipu anda?
Ny. Shin : Ayo pergi, aku ingin melihat mayatnya sendiri.
Kim : Sudah dikremasi.
Ny. Shin : Dikremasi?
Kim : Saya menaburkan abunya diatas gunung pada hari yang sama. Tae Ra melihat ibunya dan sekretaris Kim dari pintu, tapi sepertinya Tae Ra tidak mengerti apa pembicaraan mereka.
Tae Sung mengajak Jae In menemui ayahnya dan berkata pada Tuan Hong yang belum sadar, Ayah, aku tahu Jae In, kan? Gadis yang kerja di galeri ibu. Jae In katakan halo.Jae In : President, apa kabar, saya Moon Jae In. Tae sung : Gadis ini cantik kan? Dia akan ada disisiku, membuatku menjadi orang yang baik2 saja. Orang bilang jika kau menikah maka akan membuat orang tuamu bahagia juga, benar kan? aku akan membuatmu bahagia, jadi jangan tidur saja dan bangunlah.
Ny. Shin masuk dan marah, apa yang kau lakukan dengan orang sakit? Apa kau pikir, dunia menjadi milikmu sekarang karena ayahmu pingsan? Kita sudah cukup susah dengan penyelidikan perusahan dan kau membuat ayahmu tidak bisa istirahat dengan membawa gadis murahan ini kesini?
Tae sung membela Jae In, kumohon jangan bicara seperti itu, dia pacarku. Ny. Shin dengan sinis menjawab, pacarmu? sepertinya tidak hanya satu orang yang kau sebut pacar.
Tae sung : gadis ini, Moon Jae in adalah pacarku!Ny. Shin : Jae In, kau pasti sangat senang. Tapi jangan berharap banyak dari Tae Sung, karena aku tidak pernah menganggapmu sebagai menantu. Tae Sung marah dan ingin mengajak Jae In pergi tapi Jae in bertahan dan berkata, Kita akan bertemu lagi..Ibu.
Ny. Shin : Ibu?? Setelah keduanya pergi, Ny. Shin ngomel, Moon Jae In dan Shim Gun Wook sama saja. Orang-orang yang seperti sampah, yang mencoba merangkak ke atas dari bawah.
Tae Sung mengantar Jae in pulang dan berjanji kalau ayahnya sadar, ia ingin menikahi Jae In. Tae Sung sadar selama ini ia sudah menyusahkan ayahnya dan melihat ayah tidak sadar seperti itu, membuatnya menyesal, “Tapi sekarang aku memilikimu, aku punya keberanian untuk memulai dari awal. Terima kasih.”
Jae in berkata tapi kau harus mengutamakan kesehatan ayahmu dulu. Tae sung mengerti dan ia mengucapkan selamat malam, lalu mencium Jae In.
Setelah Tae sung pergi, Jae In mencoba menelepon Gun Wook lagi tapi tidak ada hasilnya. Ia jadi sangat cemas dan kesal, lalu pergi ke restaurant yang dikelola Kak Jang dan tanya mengenai Gun Wook.Kak Jang juga tidak tahu apa-apa. Tapi kebetulan sekali, kedua detektif kita mampir ke restaurant untuk makan. Jae in memohon pada mereka untuk mencari Gun Wook. Sudah seminggu Jae in tidak bertemu dengan Gun Wook. Anda tidak mengurungnya di suatu tempat kan? (Jae in terlalu cemas sampai ia lupa kalau ia pernah berkata ia tidak kenal Gun Wook) Kedua polisi itu heran dan mereka ingat memang pernah menerima sms “aneh” dari Gun Wook. Detektif Lee melihat sms itu lagi dan berkata itu pesan lokasi yang menunjukkan dimana dia berada via GPS. Detektif Gwak baru sadar. (capek deh..)
Jaksa Park menemui Tae Ra dan berkata ia sudah mengirimkan surat cerai padanya sesuai permintaan Tae Ra. Tae Ra juga mencoba menghubungi Gun Wook dan ia sangat cemas. Jaksa Park heran melihat Tae Ra dan tanya apa kau baik2 saja? ya kata Tae Ra.Tae Ra lalu tanya, kau berkata kau mencoba menyelidikinya kan?
Jaksa Park : Shim Gun Wook?
Tae Ra : Aku tidak bisa mengontaknya, apa kau tahu dimana ia tinggal? Jaksa Park : Apa kau bilang kau tidak tahu dimana dia tinggal sampai sekarang? Seorang pria seharusnya pertama-tama, membawa wanita yang dicintainya ke rumah mereka. Aku tahu dimana tempat tinggalnya, aku minta orang mengikutinya. Jangan salah paham, tapi ia terlihat berbahaya menurutku. Jadi kalau-kalau..
Jaksa Park mendesah, ah apa gunanya aku mengatakan ini padamu?
Tae Ra mendapat alamat Gun Wook dan ia memanggil ahli kunci! ha! Cara masuk ke rumah orang tanpa ijin, Hong Tae Ra ahlinya. (tidak boleh ditiru, haha) Tae Ra masuk dan untuk pertama kalinya ia melihat apartemen Gun Wook yang modern dan elegan. Bahkan Tae Ra melihat foto Gun Wook+Jae In di meja. Tepat saat itu Jae In masuk, Gun Wook-ah!
Tae Ra kaget, bagaimana kau bisa kesini? Jae In berkata ia datang karena Gun Wook tidak masuk kerja jadi ia cemas. Jae in buru-buru menutup pintu ke ruang “kerja” Gun Wook. Membuat Tae Ra sadar, ini bukan kali pertama kau kesini kan?Jae In : Maaf?
Tae Ra : Kau sepertinya sangat familiar dengan tempat ini. Tae Ra heran, tidak seorang pun di kantor mengetahui dimana alamat Gun Wook, tapi kau tahu. Apa Tae Sung yang mengatakannya padamu?
Jae In mengiyakan. Tapi Tae Ra membalas, Tae Sung mengatakan padaku ia tidak tahu alamat Gun Wook, dia berkata kalau alamat Gun Wook beda dengan yang di resume-nya. Jae In : Saya tahu karena kami berteman, kebetulan rumah kami dekat.
Tae Ra : Benarkah? Tae Ra menanyakan hubungan Jae In dan Tae Sung, kita mungkin akan jadi keluarga, jadi aku boleh kan bertanya. Apa kau benar2 menyukai Tae sung..
Jae In : ya
Tae Ra : Tapi..kau tahu rumah Gun Wook, padahal tidak ada yang tahu? Apa Tae sung tahu mengenai ini?
Jae In : Dia tahu kalau Gun Wook dekat dengan saya.
Tae Ra : Benarkah? Jadi kalau demikian jangan memikirkannya, pikirkan hubunganmu dengan Tae sung. Karena tidak ada pria yang suka pacarnya pergi ke rumah pria lain.
Jae In berkata ia mengerti dan ketika Jae In tanya bagaimana Tae Ra bisa ke sini, Tae Ra berbohong dan berkata kalau Gun wook memberinya kunci dan mengatakan aku bisa datang kapan saja aku mau. Oh that’s hurt..(Gun wook melakukannya? Jae In heran dan terluka)
Jae In berkata ia cemas karena Gun Wook tidak punya keluarga. Tapi Tae Ra berkata jangan mencemaskannya, aku mengirimnya pergi berlibur. Ada masalah serius, jadi kupikir lebih baik dia keluar negeri untuk sementara.
Tae Ra melanjutkan, kalau keadaan di rumah dan perusahaan sudah tenang, dia akan segera kembali, jadi jangan mencemaskannya. Dan kalau Gun Wook kembali…kami akan menikah. (ini mirip alasan Seondeok mengirim Bi Dam pergi ya..ep 60)
Jae In : Kalian..akan menikah?Tae Ra : Kami baru membahasnya diantara kami sendiri, tolong rahasiakan ini sementara. Dari Tae Sung juga.
Jae In : Tapi mengapa anda mengatakannya pada saya mengenai ini?
Tae Ra : Aku berkata jangan mencampuri urusan Gun Wook lagi. Kau mengerti? Tolong pergi. Jae In tidak punya alasan lagi untuk tinggal dan meragukan ucapan Tae Ra dan ia pergi, paling tidak saya lega mendengarnya sedang berlibur. Saya pergi.
Setelah Jae In pergi. Tae Ra menyadari Gun Wook mungkin benar-benar lenyap dan ia menangis sedih.
Tae ra duduk dan mengenang kembali pertemuannya dengan Gun Wook dan saat Gun Wook mengaku kalau ia menyukai Tae Ra. Jae In juga berjalan pulang dengan perasaan terluka.
Sementara itu Tae Sung ke rumah Jae In dan bertemu Won In. Tae sung geli melihat Won In yang tidak terlalu menyukainya, kau membenciku kan? Won In menjawab aku sudah memilih orang lain sebagai kakak iparku.Tae sung : Benarkah? wah kalau begitu repot. Bagaimana aku bisa mengubah pikiran adik iparku?
Won In sebal, mengapa memanggil adik ipar. Tae sung berkata tidak tahu, itu keluar begitu saja dari mulutku. Ayolah kita cari kakakmu dan makan bertiga.
Pasangan Tae sung – Won in ini lucu juga. Detektif Gwak dan Lee pergi ke lokasi terakhir di GPS Gun Wook. Ini hanya jalan kan, mengapa ia mengirimkan lokasinya dari sini? Lalu Detektif Lee teriak, Pak, ada darah disini! Detektif Gwak meminta Detektif Lee mencari informasi apa ada kecelakaan di sekitar sini dan mengecek di CCTV lokal.
Jae In pulang dalam keadaan down. Won in berkata Tae Sung-ahjussi baru saja dari sini tadi. Kak, apa kau tidak akan bersama Gun Wook-ahjussi? Jae In menjawab, Gun wook liburan. Jae in berkata aku dan Gun Wook tidak bisa bersama, karena dengan cara itu..kami berdua mendapatkan apa yang kami inginkan? Won In tanya apa yang kau inginkan? Uang?
Jae In berkata, benar. uang. Rumah yang mewah. Won In merasa Gun Wook juga sedang mengejar wanita kaya sekarang, ah jadi itu arti tali, tidak ada orang yang ingin mendapat uang dari usahanya sendiri dan mereka akan mencari orang kaya. Jae In: Diam! Dan kau..Jangan membicarakan Shim Gun Wook didepanku mulai sekarang. Won In : Mengapa? mulutku kan punyaku sendiri.
Jae In : Karena aku sudah melupakannya.
Ny. Shin menemui Tae Ra, dan ibunya berkata ayahmu tidak di tempat dan para direktur itu akan bertingkah jika kita tidak melakukan apa-apa. Ny Shin tanya apa kau benar akan menceraikan Jaksa Park?
Tae Ra berkata semua sudah berakhir dan ia sudah pasti cerai. Ibunya marah apa ini karena dia? Tae Ra beralasan bukan karena dia tapi Tae Ra tidak ingin ibunya mencampuri hidupnya lagi. Tidak ada alasan aku tidak bisa menikah dengannya (Gun Wook)
Ny. Shin : Kau akan menikah dengannya? Siapa dia itu sampai kau berkata kau akan menikahinya? Kau pikir dia itu siapa?
Tae Ra balik tanya, lalu siapa dia Bu? Ny. Shin tidak bisa menjelaskan dan hanya berkata bagaimana aku tahu siapa dia.
Sementara itu Moon Jae In mendapat telp dari Detektif Gwak.
Kembali ke Tae Ra, Ibu kau menyembunyikan sesuatu padaku kan? Siapa dia? Katakan padaku.
Ny. Shin : Apa itu penting? Mo ne dan setelah itu, Tae Kyun dan sekarang ular beracun itu mencoba menghancurkan hidupmu juga! Aku tidak ingin hidup untuk melihat itu!Tae Ra : Aku menyukainya Ibu! Aku…mencintainya.
Ny. Shin : Dia sudah mati.
Tae Ra : Apa??
Jae in heran, kecelakaan mobil? Mereka berkata ia liburan. Detektif Gwak menjawab, mereka bilang dia dibawa ke RS ini, tapi jangan terlalu cemas, itu mungkin saja bukan Shim Gun Wook.
Tae Ra kaget, apa maksud ibu dia sudah mati? Ny. Shin sadar ia kelepasan bicara, aku bilang kau harus berpikir kalau ia seolah-olah sudah mati.
Tae Ra menolaknya mengapa? Apa Ibu pikir aku akan melepaskannya? Aku bisa melepaskan Haeshin, ayah, kau dan semuanya! Tapi..aku tidak akan pernah melepaskannya. Wow..Tae Ra : Aku akan segera menikah dengannya setelah proses perceraian selesai. Ny. Shin meledak : Apa? Kau bisa melepaskan segalanya kecuali dia? kau pasti sudah gila! Shim Gun Wook, bajingan itu…adalah anak yang dulu ditendang keluar dari rumah kita 20 tahun lalu! Dan kau akan bercerai untuk menikah dengannya? Tae Ra : Apa? Apa maksud ibu, kalau dia anak itu?
Jae In dan kedua polisi masih mencari Gun Wook, jadi mereka berkata kalau dia dipindah ke RS lain?Polisi membenarkan, mereka berkata keluarganya datang dan memindahkannya dengan ambulance. Jae In bingung, keluarga apa, kapan Shim Gun Wook punya keluarga? Detektif Gwak juga heran siapa yang memindahkan mayat Shim Gun Wook?
Jae In kaget, apa katamu mayat? Detektif Gwak menenangkan Jae In, mungkin dan mereka bisa saja salah. Detektif Lee ingin membantah. Jae In sadar, kalian membohongiku kan, aku ingin lihat mayatnya! Tae Ra shock, apa? anak itu..
Ny. Shin : Dia pura2 menjadi Hong Tae sung 20 th lalu dan datang ke rumah kita. Itu anak yang sama. dan ia kembali Tae Ra : A anak itu..adalah Gun Wook? Apa yang kau bicarakan Ibu? Kau bohong kan? Ny Shin menjawab buat apa ia berbohong, kita membesarkan dia dengan sepenuh hati selama setahun dan seperti ini setelah 20 tahun. Dia membunuh Tae Kyun dan bahkan membuat ayahmu pingsan. Kebaikan kita dibalas dengan dendam. Kau mengerti sekarang ? Ia memiliki dendam pada kita karena diusir 20 tahun lalu dan mendekati kita dengan rencana di kepalanya. Ular beracun itu. Ny. Shin minta Tae Ra sadar. Tae Ra tidak percaya, apa ibu ingat betapa lugu, hangat dan lembutnya anak itu dulu, iya kan?
Ny. Shin : Aku tidak ingat itu. Dia menakutkan sejak kecil. Ny Shin lalu berbohong, ketika aku mengungkap rencananya dia mendatangiku dan minta uang dan berkata akan pura2 mati dan akan pergi. Tae Ra : Tolong pergi.
Ny. Shin : Tae Ra. Baiklah aku peri tapi asal kau tahu, si brengsek itu datang untuk menghancurkanmu. Jae In masih terpuruk di RS. Gwak berkata padanya, mereka berkata Shim Gun Wook dipindah ke RS ini malam itu tapi karena pendarahan yang berlebihan, dia…
Jae In tidak percaya, itu mungkin bukan Gun wook. Jae In : Shim Gun Wook, kau bercanda denganku kan..ayo cepat keluar. Aku minta maaf. aku ingin bertemu denganmu. Cepat keluar. Aku minta maaf.
Paginya, Ny. Shin masuk kantornya lagi dan tarrra…menemukan pemantik bernoda darah milik Gun Wook di mejanya. Ny. Shin ketakutan, ia melemparkannya tapi pemantik itu tetap disitu…
Jauh di suatu tempat, di rumah sakit jiwa, sesosok pria melihat ke luar jendela dengan pandangan kosong….
Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com
Bad Guy episode 14
11 Mei 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in mE
Ny. Shin bergegas ke kantor Gun Wook dan berkeras agar Gun Wook keluar. Ny. Shin bahkan menampar Gun Wook di wajahnya, di depan Tae Sung dan Jae In.
Ini membuat Gun wook ada di atas angin dan Ny. Shin hanya terlihat marah tanpa alasan. Gun Wook nyengir dingin.
Tae Sung merasa tidak enak dengan Gun Wook karena Ny. Shin maka ia mengajak Gun Wook jalan-jalan dan belanja, lalu makan ice cream bersama. (drama ini sering sekali adegan ice cream haha..kayanya Kim Nam Gil suka sekali ice cream, mau dikirim ice cream satu truk langsung ke markas, prajurit Kim?) Tae Sung minta maaf atas kelakuan ibunya.
Tae Sung berkata pada Gun Wook kalau ia seperti kakak baginya. Gun Wook mengambil kesempatan dan memanggil Tae Sung dengan namanya.
Hong Tae sung. Tae Sung. Tae sung-ah..Gun Wook : Aku bukan kakak siapapun, aku tidak ingin jadi kakak siapapun, aku datang ke dunia sendirian dan akan meninggalkan dunia juga sendirian.
Tae Sung ketawa, kau bercanda kan?
Gun Wook mengangguk dengan ice cream belepotan di wajahnya. Aku bersedia membayar lebih untuk lihat dua orang ini 5 episode lagi plus Won In, ngomong apa aja tanpa script..serius!
Lalu Gun Wook menambahkan nasihat sebagai seorang kakak : Jangan percaya siapapun.
Lalu Gun Wook pergi dan jalan bagai di catwalk …
Presdir Hong panik dan marah bagaimana data mengenai inside trading di Haeshin ini bisa bocor ke media. Presdir Hong tanya apa yang ditemukan Sekretaris Kim. Tapi Sekretaris Kim berbohong dan berkata ia masih mencari informasi tentang ini. (Inside trading kalau bocor maka akan sangat merugikan Haeshin)
Presdir Hong mencoba menghubungi Jaksa Park tapi tidak berhasil. Tae Ra pada saat bersamaan mengatakan akan bercerai dengan Jaksa Park pada ibunya. Ini membuat Ny. Shin ketakutan.
Jae In menemui Detektif Gwak dan mencoba tanya mengenai Gun wook, tapi Gwak menolaknya. Kemudian Gwak mengeluh pada Detektif Lee kalau Gun Wook ada di balik skandal Haeshin yang terbaru. Sementara Jae In masih di dekat situ dan jelas mendengar semuanya.
Jae In menemui Gun Wook dan menanyakan mengenai berita di koran, tapi Gun Wook tidak menanggapi dan berkata Jae In seharusnya memberi selamat padanya.
Mo Ne akan berangkat ke luar negeri dan ia berpamitan pada Tae sung. Mo Ne menyerahkan surat pada kakaknya itu.
Gun wook ingin membuat perkara lagi, maka ia menelepon Ny. Shin dan juga Tae Ra untuk datang ke kantornya. Gun Wook sangat cermat menghitung waktunya sehingga ketika Ny. Shin masuk, ia melihat Gun Wook dan Tae Ra sedang berpelukan, udah..habis dah..
Gun Wook dengan lihai pura-pura tidak tahu mengapa Ny. Shin marah dan membuat Ny. Shin semakin murka.
Mo Ne berangkat dan Gun Wook duduk di sofanya sambil membakar foto Mo Ne. Apa Mo Ne berakhir? let’s see…
Ny. Shin berkata pada Manager Uhm, ketika orang tua Gun Wook meninggal, tidak ada orang yang sedih kecuali Gun Wook. Tapi ketika putranya meninggal, seluruh keluarga Hong bersedih. Bahkan seluruh negeri.
Tae Sung membuka surat Mo Ne dan Mo ne minta agar Tae Sung mencegah Tae Ra, karena Tae Ra tampaknya sudah kacau. Tae Ra berkata dia mencintai Gun Wook dan mereka berkencan.
Presdir Hong mendengar keluh kesah Ny. Shin mengenai Gun Wook dan ingin tahu apa yan sebenarnya terjadi. Ny. Shin berkata kalau Gun Wook adalah Tae Sung palsu itu dan dia ada di luar untuk mengincar keluarga ini. Ny. Shin bahkan berkata bukan orang tua Gun Wook yang membohongi Presdir Hong, tapi dia sendiri. Istrinya.
Presdir Hong tidak percaya ini. Ny. Shin beralasan, ia tidak tahan membesarkan anak diluar nikah suaminya. Tuan Hong membantah, tapi dia menerima Tae Ra seperti putrinya sendiri. (Bener kan..Tae Ra bukan anak Tuan Hong, jadi ngga apa-apa pacaran ama Gun Wook, astaga).
Ny. Shin berkeras, ini semua salah Tuan Hong, karena membawa anak itu, dan membocorkan semua “kejahatan” Gun Wook pada Haeshin. Tuan Hong murka, ia langsung minta Gun Wook dipanggil.
Tuan Hong memanggil Gun Wook ke rumahnya. Gun Wook datang dan masuk ke ruangan Tuan Hong. Tapi bukannya marah, bukan…Tuan Hong sangat merindukan Tae sung yang pertama dan ketika Gun Wook muncul, kata-kata pertama yang diucapkan Tuan Hong adalah:
Tae Sung – ah ..dengan nada sedih.
Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com
Bad Guy episode 11
11 Mei 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in mE

Tiba2 penjaga datang dan Gun wook langsung menarik Tae Ra untuk sembunyi. Penjaga keluar dan mengunci pintu! bukan hanya itu tapi juga mematikan lampu, hayo..gelap2an berdua hahaha.. Gun Wook langsung menyalakan lampu karena sadar Tae ra pasti panik. Gun Wook mencoba membuka pintu tapi gagal, aku bisa buka kalau dari luar tidak dari dalam, itu lain cerita. Tampang Gun Wook lucu. Benar saja, Tae Ra panik.
Gun Wook kurek2 telinga dan nyengir, aku akan belajar bagaimana membuka pintu dari dalam lain kali. Kata2 ini membuat Tae Ra ketawa, chemistry-nya dapet, aku akui itu.
Kau cantik kalau tertawa, kau jarang tertawa…
Gun wook lalu mendekati Tae ra dan memeluknya lembut.
Detektif Gwak datang dan mencari keterangan pada Kak Jang perihal Gun wook. Kak Jang berkata kalau saat kejadian, Gun wook semua sedang syuting, ketika disinggung mengenai luka, kak Jang menjawab Gun wook tidak punya luka. Ini membuat stuntman lain bingung karena ia tahu Gun wook punya luka, ia mau bicara tapi Kak Jang mendiamkannya. Membuat detektif Gwak semakin suspicious. ehm, Detektif Lee makin keren aja, sayang kurang diberdayakan disini.
Gun wook dan Tae Ra masih terkunci dan tiak tahu harus bagaimana, kalau memanggil bantuan, pasti akan tersebar rumor, sebaliknya mereka mungkin akan terkurung di tempat ini sementara waktu. Gun Wook menyarankan, bagaimana kalau kita menunggu saja? Ya apa boleh buat kan?
Tae sung tetap menemui Jae in dan mengajaknya belanja, menguji Jae in dengan barang2 mewah seperti tas karya designer, Jae in menolak tapi Tae Sung memaksanya menerima, itu untungnya punya pacar kaya. Jae in merasa senang dengan hadiah itu, sementara Tae sung mengamatinya dengan seksama, dan membuatnya yakin kalau Jae in hanya ingin uangnya. (eh ada tas gradasi, lucu juga, mataku juga ijo lihat tas ..)
Tae sung semakin kesal dan mengajak Jae in makan malam dengan membooking seluruh gedung hanya untuk mereka.
Detektif Gwak mendekati stuntman yang lain dan tanya2, stuntman itu mengakui kalau Gun wook memang memiliki bekas luka dan ia mulai panik, aku tidak melakukan apa-apa.
Gun Wook dan Tae Ra ketiduran di dalam auditorium dengan kepala saling bersandar. Sopir Kang menemukan keduanya dan tampak tidak senang. Tae Ra berkata tidak ada apa-apa dan bergegas pergi.
Tae Ra terlihat berat berpisah dengan Gun Wook dan Gun Wook tersenyum lembut pada Tae Ra.
Gun wook keluar dan detektif Gwak menunggunya untuk bertanya. Gun Wook tidak mempedulikan detektif Gwak dan terus pergi tapi Detektif Gwak memanggil: Hong Tae sung! Itu menghentikan Gun Wook. Gun wook terlihat tidak tenang tapi ia menoleh dan berkata direktur Hong Tae sung sudah pulang.
Detektif Gwak tahu, lalu berkata anda tampaknya punya banyak nama, Tae sung, Hong Tae Sung, Choi Tae Sung. Alibimu ketika malam kematian Choi Sun young meragukan, dan ada saksi yang melihatmu bertengkar malam itu. Ayo ikut ke kantor polisi untuk menjawab pertanyaan. Gun Wook ikut pergi dengan tersenyum.
Tae sung membawa Jae in ke salah satu hotel milik keluarganya, aku sudah meminjam kamar suite, jadi ayo keatas dan tidur bersama. Jae in tersinggung dan menampar Tae sung. Tae Sung membalas, bukankah itu yang kau inginkan? menjadi menantu keluarga kaya, bukankah ini yang akan terjadi kalau kau terus mengejarku? Semua sudah kau perhitungkan, benar kan? kau pasti ingin cincin di tanganmu kan, baik besok kita ke rumah orang tuaku, tapi malam ini kau harus ke atas.
Tae Sung : Aku harus mendapatkanmu, kau mendapatkan uangku, lalu apa masalahnya?
Jae in menantang, jika aku melakukannya, apa aku bisa jadi menantu Haeshin? aku tidak akan melakukan hanya untuk one-night-stand. Baik ayo kita lakukan.
Sampai di kamar suite itu, Jae in berkata ayo cepat kita lakukan saja dan mulai membuka kancing bajunya. Tae Sung juga membuka jaketnya, keduanya sama2 pura2 berani, siapa duluan yang mundur berarti kalah.
Tapi ponsel Jae in bunyi, ternyata Won In yang telp. Jae in menjawab ia sibuk kerja. Tae Sung menyindir, kau benar2 pembohong yang hebat, atau mungkin ini kau hitung sebagai pekerjaan.
Tae sung berkata Jae in sudah tidak membuatnya tertarik lagi, kita akhiri saja permainan ini. Tae Sung pergi, tapi Jae in memanggilnya, kapan waktunya berhenti, aku yang memutuskannya!
Tae Sung tanya kapan mulainya? kapan Jae in menyadari siapa dirinya. Apakah ketika kau meninggalkan Jepang dan meninggalkan pesan itu? Itulah mengapa ibuku melarangku untuk tidak berhubungan dengan wanita yang lebih rendah.
Jae in marah, Rendahan? Apa maksudmu? Kau tidak ada artinya tanpa uangmu, yang kau miliki hanya uang. Kau hanya anak haram yang selalu membuat masalah dan tidak pernah mendapat perhatian keluarga. Tapi kau tetap saja bertingkah kalau kau hebat!
Tae sung mendorong Jae in ke tembok, kita bisa mendapat apa yang kita inginkan. Jae in tidak tertarik dan berkata kau menyedihkan, dunia ini penuh pria kaya yang bisa kukejar (Gun Wook misalnya, ya kan?), Tapi kau, berapa banyak wanita yang akan menerimamu tanpa nama Haeshin Grup?
Jae in mengaku kalau ia iri dan ingin seperti Mo Ne atau Tae Ra, tapi itu bukan alasan satu2nya aku bisa sejauh ini. Awalnya memang adalah kebohongan seperti katamu, tapi…Tae sung berharap Jae in berkata dia benar2 menyukai Tae sung, Tapi Jae in tidak mengatakan itu, melainkan: Lupakan, aku tidak ingin melihatmu lagi.
Jae in keluar, Tae sung duduk di bawah merasa pedih.
Diluar, Jae in mendapat telp dari detektif Gwak, apa anda bisa ke kantor polisi, ada pertanyaan terakhir. Jae in tiba dan melihat seorang pria dalam kamar interogasi. Polisi minta Jae in mengenali bekas luka pria itu, polisi hanya membuka sedikit cermin satu arahnya dan memperlihatkan bekas luka itu pada Jae in.
Jae in samar2 ingat lukanya mirip, dan ia ingat luka Gun Wook, lalu ia menyingkapkan semua penutup cermin satu arah itu dan kaget melihat Gun wook yang ada disana.
Jae in kaget dan spontan berkata bukan dia orangnya, aku tidak yakin saat itu gelap, aku tidak bisa mengkonfirmasi. Jae in menenagkan diri dan detektif Lee mendekatinya, menawarkan minum dan Jae in tanya apa pria itu mungkin membunuh-nya? Detektif Lee kelepasan bicara kalau ternyata wanita itu adalah mantan pacar Tae Sung. Jae in kaget sekali.
Di dalam ruang interogasi, Detektif Gwak tidak mendapat apa-apa dari Gun wook. Gun Wook juga tidak memperlihatkan ekspresi apapun ketika diperlihatkan foto Sun young, dia cantik juga sayang dia mati.
Detektif Gwak berkata mungkin kau tidak tahan kakak-mu kencan dengan Tae Sung dan membunuhnya. Gun Wook balik tanya, jika kakak yang dicintainya mati, siapa yang tinggal? Mengapa aku harus membunuh satu2nya yang kucintai dalam hidup ini?
Detektif Gwak teriak, dan Gun Wook berkata, baik! Ya aku membunuhnya, itu kan maumu? Kau tanya terus dan aku berikan jawaban yang kau inginkan. Gun wook hampir saja kehilangan kesabaran-nya dan berkata tunjukkan bukti, bukan hanya berkeras kalau aku ini Tae sung. Aku bebas pergi kan?
Detektif Gwak tidak bisa menahan Gun wook lebih lama lagi dan mengijinkannya pergi, sebelum keluar, Gun wook untuk pertama kali pecah topeng-kacanya, dan berkata : “Apa kau tidak punya seseorang yang ingin kau lindungi? Apa kau tidak memiliki keluarga? Jika aku adalah pria itu, aku akan sangat ingin menyelamatkannya, karena ia keluarga.”
Gun wook mengatakan itu sambil menahan air mata.
Gun wook pulang dan mendapati Jae in menunggunya. Ia masuk tanpa menggubris Jae in. Jae in berkata : Aku percaya padamu Gun Wook. Kau bisa mengatakannya padaku.
Jae in mendesak Gun wook ingin tahu apa yang terjadi, mereka berkata Hong Tae sung mencintai seseorang, wanita itu tidak ada hubungan-nya denganmu kan? katakan, mengapa kau ada di sana malam itu? apa yang terjadi? Aku ke kantor polisi tadi dan aku melihat bekas lukamu. Kau tidak bisa melihatku, tapi aku orang dibalik kaca itu.
Sekarang Gun Wook baru terkejut dan memandang Jae in.
Jae In : Kau mungkin bilang itu bukan kau tapi aku tahu itu kau. Malam saat pacar Tae Sung meninggal, kau ada di sana. Kau ingat aku menabrakmu dengan mobil, iya kan? Orang itu adalah aku.Gun Wook : Kau melihatku?
Jae In : Jadi katakan padaku. Kau tidak ada sangkut pautnya dengan wanita itu kan? Aku hanya kebetulan menabrakmu malam itu kan?
Gun Wook : Apa yang ingin kau dengar?
Jae In : Gun Wook!
Gun Wook : Aku membunuhnya. jadi pulanglah. Jae in kaget dan berdiri dan keluar.
Gun Wook melipat tangan dan tersiksa dengan kenangan pahit itu. Ternyata di malam naas itu, Gun Wook menyusul Sun Young ke atas dan mencegahnya lompat. Sun Young minta Gun wook mundur, Sun Young kurang hati2 dan terpeleset. Sun Young bergelantungan di atap gedung, Gun Wook berhasil menagkap tangannya dan susah payah menahan-nya.
Sun young tersenyum dan berkata lepaskan saja. Gun Wook menangis dan menolaknya. Sun Young berkata dengan lembut : Tae sung-ah. dan karena pegangan-nya licin, tangan Sun Young terlepas dan Sun Young jatuh ke bawah…
Siapa yang tidak trauma dengan pengalaman itu jadi wajar kalau Gun Wook menyalahkan dirinya atas kematian Sun young. Ia merasa gagal menyelamatkan Sun Young dan jika waktu bisa diputar, Gun wook pasti memilih untuk melepaskan Haeshin daripada kehilangan Sun young…
Jae in kembali lagi seperti waktu itu ketika ia masak untuk Gun Wook. Sekali lagi Jae in kembali dan berdiri di depan Gun wook.
Gun Wook mencoba menghindari Jae in tapi Jae in menghadangnya wow..dan memeluk Gun Wook, membuat Gun Wook tidak tahan dan pecah tangisnya.
Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com






























































































































































































































































































































































